Dari pertama ngonser sampai ditunjuk jadi event koordinator konser



Selama ini nonton konser cuma pas pensi sekolah—gratis, tapi harus capek dulu danusan demi bayar panggung band lokal. Lucunya, saya bukan panitia inti, tapi kejebak ikut OSIS dan ujung-ujungnya tetap disuruh jualan.

Begitu masuk kuliah, akhirnya bisa juga ngerasain nonton konser bayar sendiri. Demi band favorit, rela ngantri dari siang biar dapat barisan terdepan. Konsernya waktu itu namanya Konser CSRL, artisnya nggak main-main: Hindia, Kunto Aji, Vierratale, sampai Feel Koplo.

Dari semua line-up, hanya Vierratale yang saya tunggu-tunggu banget. Pengen banget nyanyi keras-keras, ternyata malah ketagihan joget bareng Feel Koplo. Musiknya enak juga ternyata, bikin lupa nahan haus dan lapar gara-gara nggak boleh bawa makanan minuman. Untungnya, dapat minum gratis dari panitia.

Setahun kemudian, hidup kasih alur cerita: saya ditunjuk jadi koordinator acara. Modal saya? Pengalaman konseran baru satu kali! Siapa sangka?

Apakah semuanya lancar? Tentu tidak mudah, Ferguso. Tapi satu hal yang saya pegang: kunci sukses acara itu kerja sama antar divisi. Semua harus kompak, saling bantu, saling menutup lubang kalau ada masalah mendadak. Artis yang diundang nggak nanggung-nanggung, budget puluhan juta, sponsorship sempat dicari. Tapi kalau niat dan organisasi padat, acara pasti jalan.

Dulu nonton konser gratis karena terpaksa danusan, sekarang bayar sendiri. Dulu cuma jualan stiker dan proposal pensi, sekarang pegang tanggung jawab puluhan juta. Dulu cuma nonton di barisan depan, sekarang ikut sibuk di belakang panggung. Hidup memang lucu, ya.

Tapi ya begitulah: capek, pusing, lapar, tapi puas. Mau lagi? Jawabannya enggak. 



-------------

Sedikit cerita konser csrl

Bermula berawal dari video fyp di tiktok lagu vierratale "jadi yang kau inginkan" aku berharap bisa joget bersama pasangan kayak yang divideo. Berhubung aku tidak ada pasangan, minimal ya bisa nonton konser vierra, harapku begitu. Iklan konser kubaca, dan kuputuskan untuk membeli tiketnya mumpung ada tiketnya. Kapan lagi ya kan nonton vierra, seumur hidup juga belum pernah nonton dia. Mimpi yang begitu instan menjadi kenyataan. Aku sudah berpikir untuk menonton sendiri gapapa, aku merencanakan. Tapi ini konser pertamaku. Masa iya nonton sendiri. Tuhan tidak ingin anaknya terlantar. Akhirnya ada temenku yang sering nonton konser, jadi dia tau segala perkonseran dan pas juga dia beli tiket waktu itu, sebuah kebetulan. Tanggal konser itu tiba, akhirnya kami pergi konsernya jam 12 padahal open gate jam 5. Demi barisan terdepan, kami rela mengantri. Gabut banget waktu itu tapi karna kita heboh ya ga kerasa aja tau tau udah jam 5. Saat open gate dibuka kita berlari-lari menuju depan panggung. Sesuai sama yang kita mau pada akhirnya. Jadi pengalaman yang tidak terlupakan pertama kali dalam hidupku aku pulang malam. Asyik banget cuy konsernya;rasanya kayak "ga mau pulang maunya digoyang" kira-kira begitu.

Cuplikan video menunggu vierra: gabut banget


Nih buat jajan

elhrwla

Hi! Aku Beta, seorang blogger dari Jogja. Aku suka mereview buku, film, dan makanan. Selamat datang di blogku ya. Selamat membaca.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال