![]() |
| sumber gambar: unsplash.com/Jacob Owens |
Setiap negara memiliki keunikan dalam cara mereka bercerita melalui film dan serial. Mulai dari pendekatan sinematik, nilai budaya yang ditanamkan, hingga cara mereka membangun karakter dan konflik. Dengan menonton serial dari berbagai belahan dunia, kita tidak hanya mendapat hiburan, tapi juga pemahaman baru tentang perspektif hidup yang berbeda. Kita belajar tentang kebiasaan, nilai sosial, dan bahkan cara berpikir masyarakatnya.
Berikut ini adalah rekomendasi serial pribadi dari berbagai negara yang bisa kamu tonton untuk memperluas wawasan sekaligus menikmati kualitas cerita kelas dunia.
1. Irlandia Utara 🇨🇮
Derry Girls
Sangat cerdas, lucu, dan menyentuh. Derry Girls adalah sitkom berlatar tahun 1990-an di kota Derry, Irlandia Utara—masa di mana konflik politik (The Troubles) masih menjadi latar kehidupan sehari-hari. Tapi alih-alih fokus pada kekacauan, serial ini justru menyoroti kehidupan lima remaja dengan gaya komedi khas Inggris-Irlandia yang tajam.
Dialognya cepat dan penuh sarkasme, para karakternya kocak namun tetap manusiawi, dan latar sejarahnya memberikan kedalaman yang membuat berpikir sekaligus merenung. Chemistry antar pemainnya sangat kuat, dan meski penuh kelucuan, ada banyak momen emosional yang mengejutkan dan tulus.
Kekuatan utama Derry Girls adalah kemampuannya menggambarkan masa remaja yang absurd di dunia tengah yang tidak sempurna. Ini adalah salah satu contoh terbaik bagaimana komedi bisa digunakan untuk menyampaikan realitas sosial tanpa terasa menggurui.
Soundtrack dalam series ini adalah dream the cranberries. Jadi salah satu lagu kesukaanku sampai sekarang ini.
2. Turki 🇹🇷
a. Midnight at the Pera Palace
Serial ini jadi pintu gerbang yang pas kalau kamu mau kenalan sama drama Turki yang nggak cuma soal romansa. Ceritanya berpusat pada seorang jurnalis muda yang tiba-tiba terlempar ke tahun 1919 lewat kamar hotel legendaris di Istanbul. Di sana, ia terjebak dalam pusaran sejarah, politik, dan misteri pembunuhan. Yang bikin menarik, serial ini memadukan elemen perjalanan waktu dengan sejarah Turki, lengkap dengan kostum era Ottoman yang memukau. Buat kamu yang suka plot berlapis dengan suasana eksotis, ini wajib masuk daftar ya.
b. Aşk 101 (Cinta 101)
Kalau Midnight at the Pera Palace bikin kamu jalan-jalan ke masa lalu Turki yang serius dan penuh intrik politik, Aşk 101 justru ngajak kamu nostalgia ke era 90-an dengan nuansa remaja. Ceritanya tentang sekelompok murid SMA yang bandel, suka bikin masalah, tapi diam-diam punya hati hangat. Mereka bersekongkol untuk membuat guru favoritnya jatuh cinta agar tetap bertahan mengajar di sekolah mereka.
Yang bikin Aşk 101 menarik adalah suasana retro Turki tahun 90-an yang kental banget — mulai dari soundtrack, fashion, sampai gaya rambut. Serial ini ringan tapi punya pesan soal persahabatan, cinta pertama, dan pencarian jati diri. Cocok ditonton kalau kamu lagi butuh hiburan ringan dengan sentuhan drama manis dan karakter-karakter yang lovable banget.
3. Taiwan🇼🇸
a. Light the Night
Light the Night membawakan penonton ke Taipei era 1980-an, di mana gemerlap lampu lampion dan musik disko dipadukan dengan drama gelap kehidupan di balik klub malam. Fokus ceritanya adalah para perempuan yang bekerja di sebuah klub nyonya rumah, bagaimana mereka saling mendukung, saling menusuk, jatuh cinta, berkhianat — semua dikemas dengan plot misteri pembunuhan yang membuat penasaran dari awal sampai akhir.
Yang membuat serial ini menarik adalah cara Taiwan menghidupkan suasana nostalgia melalui kostum, set, dan musiknya. Di balik kesan glamor, serial ini juga menyoroti isu sosial — mulai dari perempuan, hubungan cinta yang rumit, hingga rahasia gelap di posisi dunia hiburan malam. Buat kamu yang suka drama dengan intrik, misteri, dan visual cantik yang vintage, Light the Night layak untuk dicoba.
b. GG Precinct
GG Precinct adalah serial Taiwan terbaru di Netflix yang unik karena memadukan drama kriminal dengan komedi absurd—bercerita tentang tim polisi kocak yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai di Taipei dengan pola korban yang diatur sesuai idiom Tionghoa. Premisnya kreatif banget, karena setiap adegan misterinya disusun seperti teka-teki kata, sementara para karakternya—mulai dari kapten Lin Tzu-ching sampai detektif Wu Ming-han—punya kepribadian nyentrik dan sering bikin ngakak. Meskipun beberapa humornya terasa maksimal dan pengembangan karakternya agak tipis, serial ini tetap asik ditonton karena hanya enam episode dengan durasi ringan, visual yang berwarna, dan nuansa kota Taipei era modern yang kental. Buat yang mau cari tontonan detektif dengan bumbu satir, lelucon situasi, dan misteri yang nggak biasa, GG Precinct cocok jadi pilihan maraton weekend—ringan tapi tetap seru.
Jadi, udah tau mau nonton yang mana?
.jpg)




