Tujuan aku menulis tulisan ini adalah untuk mengutarakan apa yang menjadi
kegelisahanku, apa yang kurasakan dan kupikirkan. Lalu aku tuangkan dalam
bentuk tulisan ini. Tentunya ada harapan, aku ingin mengingat kembali apa yang
sudah aku pelajari selama ini. Dan kebetulan saja ada lomba blog dari temankreativ,
aku sangat tertarik dan ingin mengikutinya. Kubaca temanya seputar topik yang
sangat pas sekali dengan situasi dan kondisiku saat ini yaitu VACC 2025. Aku
tidak berharap terlalu banyak, cukup agar kisah ini bisa dikenang, setidaknya
oleh diriku sendiri.
Mari kita mulai dengan kilas balik.
Jika ada pertayaan, kapan aku benar-benar mengenal profesi virtual assistant? jawabannya adalah tahun ini. Tepat bulan November yang lalu, aku baru saja memulai belajar, mengenal lebih dekat pekerjaan dari virtual asisstant secara teori. Aku memulainya dengan belajar dari internet. Setelah aku tahu membaca, mendengarkan dan mendalaminya lebih dalam, ternyata ada hal yang baru aku sadari.
Aku adalah seorang mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di kampus Jogja. Aku sangat aktif dalam kegiatan organisasi kampus sehingga aku cukup dikenal oleh beberapa dosen. Oleh karena kedekatan itu, aku ditawari dosen untuk membantu pekerjaannya. Istilah itu kita sering sebut sebagai asisten dosen. Seluruh komunikasi dilakukan melalui WhatsApp dan Zoom. Pembahasan tugas, pembagian pekerjaan, hingga laporan semuanya dilakukan secara daring. Bisa dibilang hampir tidak pernah kami membicarakan pekerjaan secara langsung. Meski demikian, aku tetap memahami apa yang harus dikerjakan. Fleksibilitas inilah yang kusyukuri saat ini. Tidak banyak sumber daya yang harus dikorbankan. Tidak banyak sumber daya yang harus dikorbankan. Memang ada biaya kuota internet—dan aku termasuk cukup boros—tetapi rasanya masih jauh lebih ringan dibanding harus keluar rumah, membeli bensin, dan mengorbankan waktu lebih banyak. Dahulu aku belum terlalu paham dengan apa itu virtual asisstant. Baru setelah aku mengenal belajar pengertian virtual asisstant secara mendalam, aku baru sadar akan hal itu. Selama ini tanpa aku sadari, aku telah menjalani kehidupan sebagai seorang virtual asisstant. Mengingat keadanku sekarang yang mengharuskan aku untuk terus di rumah karena sakit, pekerjaan virtual asisstant kini menjadi karir impianku seterusnya.
Virtual asisstant itu apa sih?
Dikutip dari International Virtual Asisstants Association (IVVA), Virtual Assistant (VA) merupakan seseorang yang
memberikan layanan atau dukungan kepada bisnis dan profesional dari jarak jauh
atau remote. Layanan yang umumnya diberikan adalah layanan
administratif pemasaran, design web, pencatatan keuangan dan
lainnya. Pada hakikatnya, profesi ini mirip dengan asisten pada umumnya, hanya
saja dapat dilakukan secara virtual atau online.
Melihat fleksibilitasnya, virtual
assistant dapat bekerja dari mana saja. Hal ini memberikan keleluasaan waktu
dan lokasi, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas serta keseimbangan
hidup. Tidak heran jika profesi ini menjadi pilihan karier yang cerdas,
terutama bagi perempuan termasuk para ibu karena memungkinkan tetap produktif
tanpa harus meninggalkan peran di rumah. Dampak ekonomi pun dapat dirasakan
secara nyata.
Berbeda dengan pekerjaan kantoran
yang umumnya memiliki gaji tetap, seorang virtual assistant memiliki
keleluasaan untuk menentukan tarif sendiri sesuai dengan keahlian dan
pengalaman yang dimiliki. Semakin spesifik dan tinggi keterampilan yang
dikuasai, semakin besar pula nilai dan tarif jasa yang dapat ditawarkan.
Sekarang kita coba lihat berapa sih gaji seorang Virtual Assistant (VA) di Indonesia?
Ternyata gaji seorang Virtual
Assistant (VA) di Indonesia sangat bervariasi, tergantung pada pengalaman,
keterampilan, serta jenis tugas yang ditangani. Berdasarkan data dari Salary
Expert, rata-rata gaji virtual assistant di Indonesia mencapai sekitar Rp143.071.441
per tahun, atau setara dengan Rp68.784 per jam. Bahkan, virtual assistant
pemula dengan pengalaman 1–3 tahun sudah berpotensi memperoleh penghasilan
sekitar Rp110.410.849 per tahun, sementara VA dengan pengalaman lebih dari 8
tahun dapat meraih pendapatan hingga Rp173.207.941 per tahun, ditambah bonus
rata-rata sekitar Rp2.074.536 per tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa VA
pemula saja sudah memiliki peluang penghasilan yang menjanjikan, apalagi jika
telah berpengalaman dan memiliki keahlian yang lebih spesifik. Oleh karena itu,
meningkatkan kapasitas diri menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Salah satu
cara efektif untuk meningkatkan kapasitas diri adalah tentu saja dengan mengikuti
pelatihan.
Alasan Utama Virtual Assistant Membutuhkan Pelatihan
- Adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Perubahan teknologi dan tools digital yang cepat menuntut VA untuk terus memperbarui keterampilan, mulai dari aplikasi perkantoran, manajemen proyek, hingga media sosial, agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
- Tuntutan klien yang semakin spesifik. Klien kini membutuhkan VA dengan keahlian tertentu, seperti email marketing, social media management, desain grafis, hingga administrasi bisnis digital. Pelatihan membantu VA fokus menguasai skill yang benar-benar dibutuhkan.
- Meningkatkan daya saing dan nilai jual. Pelatihan memungkinkan VA meningkatkan kualitas layanan sehingga berpeluang menaikkan tarif jasa. Selain itu, pelatihan membantu membangun portofolio dan kredibilitas melalui studi kasus atau simulasi proyek yang diminati klien.
- Penguatan skill kerja jarak jauh. Pelatihan mengasah kemampuan manajemen waktu dan komunikasi efektif—dua aspek krusial dalam kerja remote—serta membekali VA menghadapi tantangan work from home secara profesional.
- Akses jaringan dan komunitas profesional. Melalui pelatihan, VA dapat terhubung dengan komunitas, berbagi pengalaman, memperoleh dukungan, dan membuka peluang kolaborasi yang menunjang perkembangan karier.
Oleh karena itu, penting bagi kita
untuk memilih tempat pelatihan yang tepat dan tidak asal-asalan. Setelah aku
telusuri informasi dari berbagai arah, aku menemukan tempat pelatihan terbaik
yaitu Teman Kreativ. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, Teman Kreativ adalah platform pelatihan Virtual Assistant nomor 1 di Indonesia. Platfrom ini dirancang untuk mencetak VA profesional sehingga cocok untuk karir investasi jangka
panjang. Apalagi, menjadi virtual assistant adalah impian karierku kedepannya,
meskipun saat ini aku masih berstatus mahasiswa. Karena itu, aku harus merencanakan karirku
dengan tepat.
Mengapa Teman Kreativ Menjadi Pilihan Pelatihan yang Tepat
Salah satu tantangan utama yang
sering dihadapi oleh virtual assistant pemula adalah keterbatasan koneksi serta
belum kuatnya portofolio yang dapat ditunjukkan kepada calon klien. Tanpa
jaringan yang memadai dan bukti kemampuan yang jelas, banyak pemula merasa
kesulitan untuk mendapatkan kepercayaan, meskipun sebenarnya memiliki potensi
dan kemauan belajar yang tinggi.
Teman Kreativ hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut dengan menyediakan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembangunan portofolio, penguatan personal branding, serta perluasan jaringan profesional di bidang Virtual Assistant.
Program akselerasi karier ini
berawal dari inisiasi Teman Kreativ pada tahun 2024 melalui Startup Business
Matching (SBM) Virtual Assistant Incubator & Accelerator. Program ini
berlangsung selama tiga bulan, dari September hingga November 2024, dengan
tujuan utama mensinergikan freelancer Virtual Assistant dengan para pelaku
bisnis, khususnya di sektor UMKM. Melalui program ini, Teman Kreativ berhasil
menggali dan membina 71 VA Trainee dari berbagai latar belakang untuk terlibat
langsung dalam ekosistem kerja digital.
Keberhasilan SBM menjadi fondasi
penting bagi pengembangan program di tahun berikutnya. Memasuki 2025, Teman
Kreativ melakukan evolusi strategis dengan mengubah nama program menjadi
Virtual Assistant Career Connect (VACC). Perubahan ini menandai pergeseran
fokus dari sekadar kuantitas peserta menuju peningkatan kualitas, kapasitas,
dan keberlanjutan jalur karier Virtual Assistant.
Melalui VACC 2025, Teman Kreativ
menempatkan Virtual Assistant sebagai pusat pengembangan. Klien dan pelaku
usaha berperan sebagai mitra pendukung yang menyediakan real project, sehingga
peserta tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman
kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini menjadikan
VACC sebagai program akselerasi karier yang tidak hanya mencetak VA siap kerja,
tetapi juga VA yang siap bertumbuh dan berdaya saing jangka panjang.
Efektivitas program ini dibuktikan
melalui data Self Assessment 56 VA Trainee SBM 2024, yang menunjukkan adanya
peningkatan signifikan dalam berbagai aspek kompetensi setelah mengikuti
program magang selama tiga bulan.
A. Peningkatan Kapasitas Skill (Progress Tertinggi)
Program ini
berhasil meningkatkan kapabilitas, kapasitas, dan jam terbang VA secara
real-time. Berdasarkan rata-rata persentase peningkatan, tiga indikator dengan
lonjakan tertinggi adalah:
- Skill spesialis meningkat hingga 800%
- Problem solving meningkat sebesar 667%
- Creative thinking meningkat sebesar 533%
Secara keseluruhan, 48 dari 56 VA Trainee mengalami peningkatan skill, sementara hanya 7 VA yang mengalami penurunan dan 1 VA berada pada tingkat yang sama. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasakan dampak positif yang nyata dari program pelatihan Teman Kreativ.
B. Peningkatan Rasa Percaya Diri dan Kelayakan Rate
Tidak hanya skill
teknis, program VACC juga berdampak pada aspek psikologis dan profesional VA.
- Rasa percaya diri meningkat hingga 317% (skala 5), dengan 26 dari 56 VA mengalami peningkatan signifikan setelah magang.
- Dari sisi kelayakan rate, sebanyak 28 dari 56 VA (50%) yang sebelumnya merasa hanya layak dibayar di bawah Rp1 juta per bulan, setelah mengikuti program SBM merasa pantas menetapkan rate di atas Rp1 juta per bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi berbanding lurus dengan peningkatan kepercayaan diri dan nilai jual VA di pasar kerja.
C. Manfaat Karier Jangka Panjang bagi Virtual Assistant
Keikutsertaan dalam VACC 2025 memberikan manfaat karier yang bersifat multi-dimensi, antara lain:
- Real Project selama 3 bulan, yang menjadi portofolio nyata bagi VA.
- Networking luas, melalui kolaborasi dengan startup, pelaku usaha, dan mentor berpengalaman.
- Media exposure, yang membantu meningkatkan personal branding dan brand awareness sebagai Virtual Assistant.
- Peluang kerja berkelanjutan, karena alumni otomatis terdaftar sebagai Talent Resmi Teman Kreativ dan mendapatkan prioritas informasi lowongan dari klien Teman Kreativ.
- Peluang kontrak reguler berbayar, di mana VA berpotensi mendapatkan perpanjangan kontrak sebagai VA Reguler dengan paid rate, bukan lagi unpaid VA, apabila terjadi kecocokan selama masa penugasan.
Melihat kebermanfaatan dari Teman Kreativ yang sudah dilakukan, tidak ada alasan lagi untuk ragu mencapai mimpi berkarir menjadi virtual assistant. Mari kita ambil programnya dan rasakan sendiri manfaatnya.

