Contoh Esai Bahasa Indonesia Ketahanan Pangan: Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Ketahanan Pangan: Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah suatu kesepakatan pembangunan berkelanjutan secara global yang dideklarasikan oleh PBB pada 25 september 2015 (United Nations, 2018). SDGs merupakan rencana aksi global untuk mencapai 17 tujuan dengan 169 target dalam 15 tahun ke depan, terhitung sejak 2016 hingga 2030. Tujuan SDGs nomor dua yaitu untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi, dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Tujuan ini sejalan dengan prioritas pembangunan indonesia yang termaktub ke dalam prioritas ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja (Bappenas, 2019). 

Pemenuhan terhadap kebutuhan pangan merupakan salah satu komponen dasar dalam pembangunan sumber daya manusia. Masalah ketahanan pangan selalu menjadi isu politik, sehingga tidak mengherankan bila setiap negara selalu memposisikan pembangunan ketahanan pangan sebagai tumpuan bagi pembangunan sektor lainnya termasuk juga indonesia dalam visi misinya menuju Indonesia emas 2045. Indonesia memandang kebijakan pertanian terutama di tingkat nasional perlu ditata ulang. Persoalan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian harus kembali menjadi pusat arus utama pembangunan nasional dan global. Pasokan input pertanian, pemasaran, dan pelestarian lingkungan harus diperhatikan agar tercapai pertanian berkelanjutan.Tingkat kemiskinan dapat menggambarkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Masih tingginya tingkat kemiskinan membutuhkan pendekatan dari pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia. Namun, peran ini seharusnya juga diemban oleh seluruh warga indonesia. Peran generasi muda sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini, mengingat generasi muda merupakan agen perubahan dan agen penerus bangsa di masa depan. Diharapkan generasi muda dapat menemukan ide-ide baru untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan oleh generasi muda adalah peran dalam pemasaran hasil pertanian. Menurut Syahza (2003) dalam Sobichin (2012), perbedaan harga yang besar antara harga yang diterima konsumen dengan harga dari petani disebabkan oleh panjangnya rantai pemasaran produk pertanian dari distributor yang meningkatkan biayanya. Hal ini merugikan konsumen karena harga pangan yang tinggi. Selain itu, petani juga dirugikan karena rendahnya harga yang ditawarkan oleh pedagang. Dalam kondisi ini, pedagang merupakan subjek yang menerima keuntungan paling besar karena ia memperoleh keuntungan dari penjualan kepada konsumen dan memperoleh hasil pertanian dengan harga murah. Hal inilah yang menjadi penyebab rendahnya pendapatan petani.Dari masalah di atas, generasi muda dapat berperan dalam pemutusan rantai pemasaran yang panjang. Generasi muda dapat mengumpulkan produk pertanian suatu desa dan memasarkannya langsung ke konsumen akhir. Hal ini tentunya menguntungkan kedua belah pihak karena petani mendapatkan harga yang lebih tinggi dan konsumen dapat memperoleh pangan yang lebih murah, tetapi tidak serendah harga yang ditawarkan oleh tengkulak. Generasi muda perlu memiliki informasi yang luas agar pemasaran bisa tersebar secara meluas.Para petani sejatinya telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai budidaya pertanian. Namun, seiring dengan perubahan yang terjadi saat ini menuntut untuk terus meningkatkan produksi. Petani harus menyadari bahwa pertanian tidak hanya memperbarui teknik tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya pemasaran produk pertanian. Pemasaran hasil pertanian menentukan pendapatan yang diperoleh petani. Pendapatan yang diperoleh menentukan kemampuan petani untuk membeli bahan pangan yang mereka butuhkan. Selain itu, pendapatan ini dapat menjadi modal untuk keberlangsungan pertanian seperti pembelian bibit, pupuk, dan pestisida. 

elhrwla

Hi! Aku Beta, seorang blogger dari Jogja. Aku suka mereview buku, film, dan makanan. Selamat datang di blogku ya. Selamat membaca.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال