Dua Lagu dari Ibu yang Menemani Aku di Rumah Sakit




Ada hal-hal yang tak bisa disembuhkan hanya dengan obat. Terkadang, suara yang lembut dan penuh kasih bisa lebih menenangkan daripada suntikan atau resep dokter.

Saat aku dirawat di rumah sakit, di antara selang infus, suara monitor, dan datangnya kosong di langit-langit, ada dua lagu yang paling sering kudengar—bukan dari speaker, tapi dari suara ibu sendiri.
"Trimakasih Tuhan" dan "Sajeke Aku Nderek Gusti" 

Trimakasih Tuhan – Lagu Syukur di Tengah Lelah

Ibu menyanyikannya dengan pelan, tanpa instrumen, hanya dengan suara yang mulai parau karena usia dan lelah. Tapi justru dari suara itu, aku merasa tenang. Lagu ini bukan dinyanyikan karena semuanya baik-baik saja. Tapi justru di saat tubuhku lemah, ibu masih bisa mengucap syukur.

“Trimakasih Tuhan, atas semua yang Kau beri…”
Lagu ini terdengar seperti pengingat bahwa bahkan dalam sakit pun, ada kasih yang tak pernah putus. Dan terima kasih itu datang melalui ibu.

Sajeke Aku Nderek Gusti – Keteguhan Seorang Ibu dalam Nada Doa

Lagu ini sederhana, tapi maknanya dalam. Ibu menyanyikannya lirih, seperti sedang berbicara pada Tuhan. Sajeke  Aku nderek Gusti —aku ikut Tuhan. Dalam kondisi yang tak pasti, ibu justru berjanji padaku lewat lagu ini bahwa menyerahkan semuanya pada Tuhan bukan tanda menyerah, tapi bentuk paling dalam dari percaya.

Saat aku tak mampu berbicara banyak, lagu ini seperti suara hatiku yang diwakili oleh ibu.

Aku tidak tahu bagaimana cara membalas semua ketulusan itu. Tapi dua lagu ini, suara ibu yang menyanyikannya, dan momen-momen kecil di ruang rumah sakit akan selalu aku ingat.

Nih buat jajan

elhrwla

Hi! Aku Beta, seorang blogger dari Jogja. Aku suka mereview buku, film, dan makanan. Selamat datang di blogku ya. Selamat membaca.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال